Jumat, 29 Januari 2016

Wong Solo Newbie

Kost-an ku yang asri :)

Hampir 2 bulan saya jadi wong Solo. Ada suka tapi tentu juga ada duka. Tapi kalau diingat-ingat lebih banyak sukanya siih, hehe.

Dukanya, karena harus meninggalkan kota kelahiran, Surabaya, otomatis saya juga meninggalkan keluarga tercinta. Jauh dari orang tua, saudara, keponakan-keponakan yang sudah berasa anak sendiri, tetangga dekat, teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri dan tentu saja jauh dari masakan nyokap :'(

Di Surabaya, makanan siap 24 jam. Nyokap suka masak makanan yang jadi menu favorit di rumah, seperti soto daging, rawon, rujak, tahu tek, cah kangkung, dll. 3 kali makan sehari, siap terjamin. Bagaimana di Solo? Ehem... di Solo saya cuma makan seminggu sekali! Eh, ketahuan bohongnya ya?! Hehe.

Di Solo, awalnya makan sehari-hari terjamin. Cobain makanan-makanan yang terkenal enaknya, bakso pak ruk, soto seger Boyolali Hj. Fatimah, juga nggak jarang nongkrong dan makan di mall. Tapi itu awal-awal aja. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, liat tabungan kok semakin kempes. Tung itung itung, pantes juga cepet kempes. Besar pasak dari pada tiang!

Sabtu, 21 November 2015

Cerita Tentang Menulis

Seharian ini saya nongkrongin blog-blog orang lain. Seharian? Iya. Memang begitulah, nganggur banget kan?! Hehe. Tapi sebenarnya, itulah salah satu cara saya untuk memompa semangat agar mau menulis. Ingat betul nasehat seorang penulis yang tulisannya rajin nongkrong di rubrik Kompas Klass, Iwan Seti (ya, bener dia pacar saya, hehe), dia pernah bilang, "kalau pengen bisa bikin tulisan harus banyak membaca". Salah satu tujuannya, masih kata dia, ketika membaca otak akan menyerap banyak kosa kata & membentuk pola berpikir yang mana ini bisa memudahkan kita untuk menuliskan apa yang ada di pikiran kita.

Beberapa kali saya praktekkan cara itu, dan benar selepas saya membaca, entah itu baca buku, novel, artikel atau apapun, saya merasa lebih lancar untuk menulis. Memang kadang nggak bisa semudah itu sih untuk bisa menulis, banyak faktor yang bikin saya susah minta ampun untuk bisa nulis. Selain karena saya bukan penulis profesional, faktor mood masih jadi ganjalan yang utama untuk bisa menulis. Biasanya, untuk bisa menemukan mood menulis saya harus "bersemedi" dulu, hehe. Nggak, nggak harus jauh-jauh "semedi" ke gunung  atau goa kok, cukup mengurung diri aja di kamar :D

Setelah "bersemedi", itu juga nggak langsung bikin nemu mood buat nulis, karena dikalahkan sama mood bukain youtube atau kepoin status temen-temen di sosial media. Hmm, mungkin sebaiknya internetnya harus di-off-in dulu kali ya biar makin khusuk "semedi"nya, hehe. 

Minggu, 15 November 2015

Siap Menjadi Beda?


Banyak dari kita sangat takut untuk menjadi beda. Setuju atau tidak?

Misalnya saja, kalau ada orang lain yang mentertawakan dan bilang kita aneh, apakah kemudian kita jadi sedih? Minder? Merasa nggak tau harus bagaimana? Dan kemudian kita jadi orang yang takut mau melakukan ini itu. Takut ditertawakan, takut salah, dan takut dianggap aneh (lagi!).

Di saat itulah kita akan berhenti mengekspresikan diri dan memilih menjadi sama dengan yang lain, berusaha untuk menjadi tidak tampak. Bisa jadi pula, kita akan bergabung dengan orang kebanyakan untuk sama-sama mentertawakan orang lain yang berbeda, orang lain yang kita anggap nyeleneh yang dengan percaya dirinya bisa mengekspresikan diri.

Situasi seperti ini nggak menyenangkan menurut saya. Coba saja bayangkan, ketika diri kita berhenti untuk mau mengekspresikan diri, berhenti untuk mencari ide-ide kreatif, berhenti jujur mengakui siapa diri kita dan potensi besar apa yang kita miliki. Bisa dipastikan, kita nggak akan menjadi orang yang maju. Posisi kita akan selalu ada dalam garis rata-rata. Padahal, kalau mau jujur, setiap orang pasti punya keinginan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Mungkin bukan untuk menyaingi pencapaian orang lain, tapi untuk menyaingi pencapaian diri kita sendiri di hari kemarin.

Trus, apa yang perlu kita lakukan agar kita berani tampil beda mengekspresikan diri kita yang sebenarnya? Apalagi tentu nggak gampang untuk mengabaikan begitu saja orang-orang disekitar kita yang mentertawakan dan menganggap kita aneh? 

Kamis, 05 November 2015

Beauty Class


Ternyata belajar make up bareng-bareng itu seru. Biasanya sih, untuk belajar make up saya perlu buka youtube dan kemudian belajar sendiri di depan cermin. Meskipun abis make up nggak pergi kemana-mana. Murni cuma buat belajar :)

Baru-baru ini saya diajak mbak Yuki dari She Radio Surabaya untuk ikut beauty class di Ciputra World Surabaya. Saking senangnya, nggak tanggung-tanggung saya ambil dua kelas, tanggal 27 Oktober 2015 dari produk Clinique & tanggal 29 Oktober dari produk Bobby Brown. Kemaruk yaa, hehe. Mumpung nih ada kelas make up gratisan dan temen-temen pada ngumpul di sana, hehe.

Sabtu, 18 Juli 2015

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Hari Kemenangan telah tiba. Umat Islam di Indonesia, baik NU & Muhammadiyah, merayakan Hari Raya Idul Fitri di hari yang sama yaitu Jum'at, 17 Juli 2015. 

Sebenarnya, lebaran kali ini saya tidak bisa merasakan secara langsung kemeriahan yang ada. Karena pas lebaran hari pertama, pagi sampai siang, saya masih harus melakukan tugas negara (baca: siaran), hehehe. Karena itulah, saya nggak bisa ikut sholat ied di masjid, nggak bisa berkumpul & silaturahmi dengan kelurga & para tetangga, setidaknya setelah saya pulang ke rumah selepas bekerja.

Kebagian jatah bertugas saat lebaran, itu semua tidak mengurangi rasa bahagia saya menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sambil siaran & mixing lagu, saya membayangkan betapa bahagianya orang-orang bisa berkumpul & bersilaturahmi selepas sholat ied di masjid. Saya membayangkan, di rumah saya pasti banyak tetangga yang berdatangan, saudara yang berkumpul, keponakan-keponakan yang lucu, dan tidak ketinggalan rombongan anak-anak kecil yang entah dari kompleks mana berdatangan untuk bersilaturahmi dan... menunggu dibagikan angpow oleh pemilik rumah. 

Lucu memang ya tradisi rombongan anak kecil ini. Mereka datang dari satu rumah ke rumah lain untuk bersalaman, meminta maaf (meskipun nggak kenal), duduk sebentar atau malah berdiri saja, dan menunggu diberi angpow atau uang oleh pemilik rumah, baru mereka mengucapkan terima kasih & pergi. Tapi justru kami menyukainya tradisi unik ini. Tidak ada salahnya kan setahun sekali membahagiakan rombongan anak-anak kecil itu dengan selembar uang baru sebesar Rp 2000,00?! Karena itulah, jauh-jauh hari kami harus menukar uang besar menjadi pecahan kecil, dan harus uang baru yang masih kencang tanpa kerutan agar anak-anak itu senang ;D

Di studio, siaran sambil membayangkan ini semua sudah bikin saya happy. Dan lagian, nggak perlu terlalu drama kan hanya kerena "membatalkan" lebaran hanya sampai jam 12.00 (jam saya pulang kerja). Masih banyak juga pastinya, orang-orang yang dengan profesinya masih harus bekerja pas lebaran. Bahkan, mungkin juga mereka hidup jauh dari keluarga. Jadi, cukup bersyukurlah meskipun harus kerja pas lebaran saya masih bisa merayakan lebaran bersama keluarga seusai bekerja :)

Hari Raya Idul Fitri hari yang membahagiakan. Hari yang membuat kita semakin banyak merenung makna saling memaafkan dengan hati yang tulus & ikhlas. Di momen ini, saat yang tepat bagi kita benar-benar move on dari segala dendam, iri, benci, apapun itu. Sehingga hati & pikiran kita jadi lebih ringan, hidup bahagia & menularkan kebahagiaan pada orang-orang disekitar kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir & Batin.

Selasa, 23 Juni 2015

Drama Asia's Next Top Model

Sebenarnya, saya nggak suka dengan tayangan kompetisi kecantikan seperti Miss Universe, Miss World, Miss Indonesia, Putri Indonesia dan lain sebagainya. Tapi, saya suka banget dengan acara Asia's Next Top Model. Beda kah? Oh, tentu beda. Acara miss-miss an menurut saya terlalu old school, so yesterday!!! Di acara ini para penonton disajikan dengan sosok perempuan yang sempurna, baik secara fisik, brain, attitude, dan sebagainya. Hmmm, saya bosan dengan tampilan yang sempurna seperti itu. Belum lagi, menurut saya, make up mereka, baju mereka, cara ngomong, cara jalan, semuanya sama. Seragam!!! Membosankan, bukan?!

Berbeda dengan Asia's Next Top Model (atau American, Australia, apapun itu yang Next Top Model ciptaan Tyra Banks). Di sini, mereka memang murni hanya berkompetisi untuk menjadi seorang model handal. Tanpa ada embel-embel harus menjadi "penyelamat" dunia. Selain itu, reality show ini juga nggak perlu ada jaim-jaimnya tentang keseharian para model ketika masa karantina. Tampilan para model yang bangun tidur, wajah tanpa make up, wajah marah, wajah ketawa ngakak. Semuanya terasa sangat apa adanya. Inilah yang membuat saya lebih suka reality show ini :)

 

Senin, 15 Juni 2015

MC-ing: HERBS Spa 11th Anniversary & Launching Dates Spa


Menjadi sebuah bagian dari suatu acara adalah sesuatu yang menyenangkan. Entah itu menjadi orang di belakang layar atau pun menjadi orang di depan layar. Kali ini, dalam acara HERBS Spa 11th Anniversary & Launching Dates Spa, saya berkesempatan menjadi orang di "depan layar", yaitu sebagai MC :)

Pesta ulang tahun yang bertemakan Magnificent Elevent ini berlangsung pada Senin, 08 Juni 2014, pukul 10.00 sampai selesai. Dihadiri oleh beberapa loyal costumers, klien, blogger & teman-teman media, baik media cetak, tv, radio, dan internet.

Senangnya di acara ini, saya bisa bertemu dengan loyal costumers HERBS Spa. Kami pun berbagi pengalaman tentang treatment apa saja yang jadi favorit, juga siapa terapis paling oke, hehe (FYI, meskipun saya bekerja di spa ini untuk bagian publikasi, sebelumnya dan sampai saat ini saya juga loyal costumer lho, hehe). Selain bertemu dengan loyal costumers, di acara ini saya juga bertemu dengan teman-teman media yang seprofesi dengan saya, penyiar radio. Reuni deh akhirnya, soalnya  ada yang ex radio tempat saya bekerja saat ini.  Juga, di sini ada wartawan baik dari media cetak, televisi, dan juga ada para blogger. Suatu profesi yang saya kagumi dan mencoba masuk di sana, the real blogger! Oh iya, satu lagi yang kurang, untuk loyal costumers nya ada yang tidak bisa hadir, yaitu Mrs. Michaela Newham, beliau adalah istri konjen AS Surabaya. Sayang banget beliau nggak bisa hadir dalam acara ini karena posisinya masih di luar kota. By the way, saya baru tau kalau ternyata HERBS Spa menjadi favorit ibu konjen AS dan teman-temannya. Menurut owner HERBS Spa, mereka suka karena spa ini memang benar-benar chemical free yang sangat natural dan aman.  

Selain perayaan ulang tahun, di acara ini HERBS Spa juga melaunching treatment terbaru untuk menyambut bulan puasa, yaitu Dates Spa (Spa Kurma). Hmmm, unik juga ya kurma dijadikan sebagai treatment spa?! Seperti apa sih Dates Spa ini?